Senin, 27 Juni 2011

Neraca Lajur

neraca lajur

NERACA LAJUR
1. Pengertian Neraca Lajur
Dalam akuntansi kita mengenal tiga proses kegiatan akuntansi yaitu:
1. Mencatat transaksi-transaksi dalam jurnal
2. Mempostsing dari jumal ke buku besar1
3. Menyusun neraca saldo
Penyusunan neraca saldo biasanya dilakukan pada tiap-tiap akhir bulan
atau pada akhir periode akuntasi. Saldo-saldo ini merupakan ringkasan dari
akibat-akibat transaksi yang telah dicatat dalam suatu periode akuntansi. Seperti
kita ketahui bahwa salah satu tujuan pembuatan neraca saldo adalah untuk
mempersiapkan penyusunan laporan-laporan keuangan.
Sebelum menyusun laporan keuangan dari neraca saldo perlu diteliti lebih
dahulu apakah saldo dari tiap-tiap rekening sudah menunjukkan keadaan yang
benar sebab ada rekening-rekening yang sudah siap untuk dicantumkan dalam
laporan keuangan dan adapula yang harus disesuaikan lebih dahulu. Dengan
melaksanakan penyesuaian maka rekening-rekening riil akan menunjukkan saldo
yang tepat per tanggal neraca, begitu pula halnya dengan rekening-rekening
nominal akan menunjukkan saldo yang tepat untuk periode yang bersangkutan.
Dalam perusahaan yang kecil dinama jumlah rekening yang ada dalam
buku besar tidak begitu banyak maka penyusunan laporan keuangannya dapat
dilakukan dengan cara langsung dari neraca saldo yang telah disesuaikan. Tetapi
dalam perusahaan-perusahaan yang memiliki rekening yang begitu besar yang
banyak jumlahnya, penyusunan laporan keuangan secara langsung dari neraca
saldo yang telah disesuaikan tidaklah mudah.
Cara yang demikian tidak jarang menimbulkan kesalahan dalam
menyusun laporan-laporan keuangan dan apabila diketahui telah terjadi
kesalahan maka usaha untuk mencari letak kesalahannya sering kali
membutuhkan waktu yang lama. Oleh karena itu agar penyusunan laporan
keuangan dapat dilakukan dengan teliti dibutuhkan suatu alat yang disebut
neraca lajur.
Sebagaimana telah dijelaskan diatas bahwa semua perkiraan yang ada
dalam neraca saldo harus diadjust agar supaya dapat memberikan gambaran
yang wajar, sehingga apabila laporan keuangan itu disusun tidak akan
mengelirukan pembacanya.
Neraca lajur adalah suatu kertas yang berkolom-kolom atau berlajur-lajur
yang direncanakan secara khusus untuk menghimpun semua data-data akuntansi
yang dibutuhkan pada saat perusahaan akan menyusun laporan keuangan
dengan cara sistematis.2
Sebenarnya neraca lajur lebih tepat disebut kertas kerja yang digunakan
sebagai alat pembantu dalam menyusun laporan keuangan. Neraca lajur bukan
merupakan bagian dari catatan akuntansi yang formal dan karena sifatnya tidak
formal maka penyusunannya dapat juga dilakukan dengan menggunakan pensil
sehingga mudah dikoreksi apabila tetjadi kesalahan.
1 Drs.AL.Haryono Jusup, Ak, Dasar-Dasar Akuntansi, Jilid Satu, Edisi Pertama, YKPN
Yogyakarta, 1981, Hal.104
2 OP.cit., hal 129
2. Tujuan Neraca Lajur
Neraca lajur merupakan suatu landasan untuk memeriksa dimana
rekening buku besar disesuaikan, diseimbangkan dan disusun menurut cara yang
sesuai dengan penyusunan rekening dalam laporan keuangan. Pemakaian neraca
lajur juga dapat menunjukkan prosedur yang perlu dilakukan untuk menyusun
laporan keuangan telah dilaksanakan seluruhnya.
Neraca lajur bukan merupakan laporan keuangan maka tidak perlu
diberikan kepada pihak luar seperti kreditur, pemegang saham dan sebagainya.
Perlu disadari pula neraca lajur tidak dapat menggantikan kedudukan pencatat
akuntansi atau laporan keuangan dan semata-mata hanya merupakan alat
pembantu untuk laporan keuangan. Walaupun demikian neraca lajur ini sangat
diperlukan oleh pihak manajemen perusahaan untuk dapat melihat perkiraanperkiraan
yang terjadi dalam kegiatan perusahaan sehari-hari sehinggas pihak
manajemen dapat mengontrol setiap pengeluaran atau biaya yang dikeluarkan
perusahaan dalam menunjuang kegiatan atau operasinya.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan perubatan neraca lajur
adalah:
1. Untuk memudahkan penyusunan laporan keuangan
2. Untuk menggolongkan dan meringkas informasi dari neraca saldo dan datadata
penyesuaian sehingga merupakan persiapan sebelum disusun lapoan
keuangan yang formal
3. Untuk memudahkan kesalahan yang mungkin dilakukan dalam pembuatan
jurnal penyesuaian.
PENYUSUNAN NERACA LAJUR
Penyusunan neraca lajur dimulai dari neraca saldo sebelum diadakan
penyesuaian dan kemudian dengan memasukkan data-data penyesuaian dapatlah
ditentukan data-data yang akan dicantumkan dalam laporan keuangan. Neraca
lajur tersebut haruslah disusun berkolom-kolom dan untuk perusahaan dagang
atau jasa biasanya terdiri dari 8 kolom yaitu :
! Kolom neraca saldo ysang terdiri dari kolom D dan K
! Kolom adjustment yang terdiri dri kolom D dan K
! Kolom rugi laba yang terdiri dari kolom D dan K
! Kolom neraca akhir yang terdiri dari kolom D dan K 3
TOKO DEWI
NERACA LAJUR
31/12/1997
Ref Perkiraan Neraca
Saldo
Adjustment Rugi Laba Neraca
D K D K D K D K
Dalam prakteknya bentuk neraca lajur yang banyak digunakan terdiri dri
lima pasang kolom dimana tiap-tiap pasang kolom terdiri atas kolom debet dan
kredit. Adapun prosedur yang harus dilaksanakan dalam penyusunan neraca lajur
terdiri dari lima langkah sebagai berikut :
1. Masukkan saldo-saldo rekening buku besar kedalam kolom neraca
saldo
Nama-nama rekening dan saldo rekening pertanggal 31 Des disalin dalam
kolom-kolom neraca saldo. Dalam praktek sehari-hari jumlah ini dapat disalin
3 Drs.S.Sinuraya, Pengantar Ilmu Akuntansi I, Peneerbit Pieter, 1991, hal.32
langsung dari buku besar, sebab apabila disusun terlebih dahulu berarti dafar
saldo dalam bentuk neraca saldo secara khusus tercatat dua kali dan akan terjadi
pekerjaan double. Setelah jumlah neraca saldo tersebut dicatat didalam neraca
lajur maka kedua kolom itu dijumlahkan dan jumlahnya ditulis pada bagian
bawah kolom tersebut.
2. Masukkan penyesuaian ke dalam kolom-kolom penyesuaian.
Neraca lajur yang telah berisi data-data penyesuaian dapat dilihat dalam
tabel 2. Perlu diperhatikan bahwa penyesuaian yang dilakukan dalam neraca lajur
adalah sebelum penyesuaian dilakukan dalam jurnal dan sebelum diposting
kedalam buku besar.
! Saldo kredit tentang rekening penghasilan bunga sebesar $350.00
menunjukkan jumlah penghasilan bunga yang sudah diterima dalam tahun
1993. Sampai tanggal 31 Des 1993 masih ada penghasilan bunga yang belum
diterima untuk 3 bulan yaitu untuk bulan Oktober sampai dengan Desember.
Jumlah bunga yang belum diterima adalah :
3/12 X 6/100X $10.000,00 = $ 150,00
Penyesuaian yang harus dilakukan dalam kolom penyesuaian adalah dengan
cara:
Piutang penghasilan bunga $150,00
Penghasilan Bunga $150,00
Sebagai petunjuk dan untuk memudahkan memeriksa kembali maka dimuka
angka-angka tesebut diberi tanda huruf a), begitu pula halnya dengan
penyesuaian lainnya.
! Saldo debit rekening gaji pegawai $22.000,00 menunjukkan jumlah gaji yang
sudah dibayar tahun 1993. Pada tangal 31 Des 1993 masih harus dibayar gaji
pegawai untuk bulan Desember sebanyak $2.000,00. Ini berarti dalam
pembukuan harus dicatat adanya hutang gaji dan gaji pegawai masih harus
dibayar $2.000,00. Hal ini dicatat melalui jumal penyesuaian dengan cara :
Rekening gaji pegawai $2.000,00
Rekening hutang gaji pegawai $2.000,00
! Saldo rekening penghasilan sewa $36.000,00 menunjukkan bahwa selama
tahun 1993 telah diterima penghasilan sewa sebesar $36.000,00. Didalam
jumlah tesebut juga termasuk sewa yang diterima dimuka yaitu sewa untuk
periode yang akan datang sebesar $6.000,00. Oleh karena itu rekening sewa
penghasilan harus dikurangi $6.000,00 dan jumlah itu merupakan hutang
penghasilan sewa. Untuk mencatat hat ini maka dibuat jurnal penyesuaian
dengan cara:
Pengahasilan Sewa $6.000,00
Hutang Penghasilan Sewa $6.000,00
! Saldo debet rekening persekot asuransi $10.000,00 menunjukkan
pembayaran premi asuransi yang telah dilakukan pada tahun 1993. Dalam
jumlah tersebut termasuk pula premi asuransi untuk bulan berikutnya sebesar
$4.000,00. lni berarti bahwa persekot asuransi untuk bulan Desember hanya
tinggal $4.000,00. Sedangkan yang $6.000,00. merupakan biaya asuransi
untuk tahun 1993. Oleh karena itu pencatatannya adalah sebagai berikut :
Rekening persekot asuransi $6.000,00.
Rekening biaya asuransi harus $6.000,00.
! Kerugian piutang yang dibebankan tahun 1993 $4.576,50 yaitu 1% dari
penjualan (penghasilan photography). Untuk mencatat hal ini diperlukan
jurnal penyesuaian pada akhir periode yaitu dengan cara:
Rekening piutang $4.576,50
Rekening cadangan kerugian piutang $4.576,50
Oleh karena didalam neraca saldo tidak ada rekening piutang maupun
rekening cadangan kerugian piutang maupun rekening cadangan kerugian
piutang. Maka kedua rekening itu harus dicantumkan dibawah jumlah neraca
saldo.
! Penyusutan perlengkapan photograpy dalam setahun adalah 20% dari harga
perolehan perlengkapan photography yaitu:
$480.000,00 x 20% = $96.000,00
Jurnal penyesuaian yang diperlukan untuk hal ini adalah:
Penyusutan perlengkapan photography $96.000,00
Cadangan penyusutan perlengkapan photography $96.000,00
Karena kedua rekening tersebut belum tercantum dalam neraca saldo maka
didalam neraca lajur kedua rekening ini harus dicantumkan dibawah jumlah
neraca saldo
! Penyusunan perlengkapan kantor ditetapkan 10% pertahun, dihitung harga
perolehan perlengkapan kantor, yaitu;
10x $115.000,00 = $115.000,00
Jurnal penyesuaian yang dibutuhkan untuk mencatat hal ini adalah:
Penyusutan perlengkapan kantor $115.000,00
Cadangan penyusutan perlengkapan kantor $115.000,00
Karena "kedua rekening tersebut belum tercantum didalam neraca saldo
maka didalam neraca lajur rekenng-rekening ini harus dicantumkan dibawah
neraca saldo.
! Penyusutan gedung setahun adalah 5% dari harga perolehan gedung.
Perhitungannya adalah sebagai berikut :
5% X $1.000.000,00=$50.000,00
Jurnal penyesuaian yang diperlukan untuk mencatat perkiraan ini adalah :
Penyusutan gedung $50.000,00
Cadangan penyusutan gedung $50.000,00
Karena kedua rekening ini belum tercantum dalam neraca saldo maka
didalam neraca lajur rekening harus dicantumkan dibawah jumlah neraca
saldo.
Setelah penyesuaian dimasukkan kedam kolom-kolom penyesuaian maka
kedua kolom ini dijumlahkan, kedua kolom penyesuaian itu harus sama
jumlahnya dan dapat digunakan untuk memeriksa apakah angka-angka yang
dimasukkan kedalam kolom itu sudah benar.
Prosedur tersebut dimana rekening-rekening yang belum tercantum dalam
neraca saldo dituliskan nama-nama rekeningnya dibawah jumlah kolom-kolom
neraca saldo, merupakan prosedur yang banyak digunakan didalam praktek.
Disamping cara ini dapat juga digunakan cara lain yaitu pada waktu dituliskan
nama-nama rekening yang berasal dan penyesuaian. Rekening-rekening itu dapat
dimasukkan sebagai bagian dari neraca saldo dengan urutan yang tepat.
3. Mengisi kolom-kolom neraca saldo setelah disesuaikan
Tiap-tiap saldo rekening yang tercantum dalam kolom-kolom neraca saldo
digabungkan dengan angka-angka yang tercantum didalam penyesuaian dan
jumlah ini kemudian di cantumkan dalam kolom-kolom neraca saldo setelah
disesuaikan. Sudah barang tentu apabila didalam kolom penyesuaian tidak angka
yang perlu disesuaikan maka angka dalam kolom neraca saldo dipindahkan
kedalam kolom neraca saldo setelah disesuaikan.
Sebagai contoh rekening persekot asuransi di dalam neraca saldo
dicantumkan pada sisi debet sebesar $10.000,00. Jumlah debet $10.000,00 ini
digabungkan dengan jumlah kredit $6.000,00 didalam baris yang sama pada
kolom penyesuaian. Penggabungan kedua angka ini akan menghasilkan jumlah
debet $4.000,00 yang harus dicantumkan pada kolom debet neraca saldo setelah
disesuaikan. Contoh lain misalnya rekening biaya asuransi, rekenig ini didalam
kolom neraca saldo tidak mempunyai saldo, tetapi didalam kolom penyesuaian
terdapat jumlah debet sebesar $6.000,00. Penggabungan nol. dengan debet
$6.000,OO menghasilkan angka debet $6.000,00 didalam kolom neraca saldo
setelah disesuaikan.
Banyak rekening-rekenig didalam neraca saldo yang tidak terpengaruh
oleh penyesuaian yang dilakukan pada akhir periode saldo-saldo rekening
semacam ini dimasukkan kedalam neraca saldo setelah disesuaikan, maka kedua
kolom ini dijumlahkan dan jumlah kedua kolom tersebut harus sama.
4. Memindahkan jumlah-jumlah di dalam kolom-kolom neraca saldo
setelah disesuaikan kedalam kolom-kolom dan laba atau kolom-kolom
neraca.
Langkah berikutnya dalam pembuatan neraca lajur adalah memindahkan
saldo-saldo rekening aktiva, hutang, modal dan prive ke dalam kolom neraca dan
memindahkan saldo-saldo rekening biaya dan penghasilan ke dalam kolom rugi
laba didalam neraca lajur. Proses pemindahan ini dilakukan mulai dari rekening
yang dicantumkan paling atas didalam neraca lajur, biasanya rekening yang
tercantum paling atas adalah rekening kas. Saldo rekening kas dipindahkan ke
dalam sisi debet dari kolom neraca. Setelah itu rekening-rekening berikutnya
baris demi baris dipindahkan ke dalam sisi yang tepat dan kolom yang tepat
sesuai dengan jumlah jenis rekeningnya. Pemindahan baris demi baris seperti
diuraikan di atas akan mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan dalam
pemindahan ke dalam kolom dan sisi yang tepat.
Proses pemindahan saldo-saldo rekenig ini, sebenarnya merupakan suatu
proses pemilihan atas rekening-rekening, untuk menentukan rekening-rekening
mana yang dicantumkan dalam neraca dan rekening-rekening mana yang
dicantumkan dalam laporan rugi laba dan pada sisi mana rekening-rekening
dicantumkan.
5. Menjumlahkan kolom-kolom rugi laba dan kolom-kolom neraca.
Memasukkan angka "laba bersih" sebagai angka pengimbang ke
dalam kedua pasang kolom di atas dan sekali lagi menjumlahkan
kolom-kolom tersebut
Laba bersih atau rugi untuk suatu periode ditentukan dengan cara
menghitung selisih antara jumlah sisi kiri (Debet) dan jumlah sisi kanan(kredit)
dari kolom-kolom rugi laba. Dari contoh neraca lajur yang dibuat tadi dapat
dilihat bahwa jumlah sisi kredit lebih bersih dripada jumlah sisi debet. Selisih
antara jumlah sisi kredit dengan jumlah sisi debet menunjukkan laba bersih.
Jumlah sisi kredit (Penghasilan-penghasilan)
$488.150,00
Jumlah sisi debet (biaya-biaya) $216.076,50
Selisih: Laba Bersih
$272.073,00
Jumlah laba bersih $272.073,50 diatas dimasukkan ke dalam sisi debet
kolom rugi laba sebagai angka pengimbang dan juga pada baris yang sama
dimasukkan ke dalam sisi kredit kolom neraca. Pada kolom perkiraan diberi
keterangan laba bersih untuk menjelaskan angka tersebut. Langkah terakhir
adalah menjumlahkan kembali kolom rugi laba dan kolom-kolom neraca. Jumlah
sisi debet dan jumlah sisi kredit kolom tersebut harus sama.
Alasan dimasukkannya laba bersih $272.073,50 dalam sisi kredit kolom
neraca adalah karena laba mengakibatkan bertambahnya modal. Apabila jumlah
sisi debet kolom neraca tidak sama dengan jumlah sisa kreditnya, maka hal ini
berarti bahwa pembuatan neraca lajur tersebut telah terjadi kesalahan.
Seandainya jumlah sisi debet kolom rugi laba lebih besar daripada jumlah
sisi kreditnya, maka selisih kedua sisi tersebut menunjukkan rugi bersih. Jumlah
rugi bersih tersebut dimasukkan ke dalam sisi kredit kolom rugi laba sebagai
pengimbang dan pada baris yang sama juga dimasukkan pada sisi debet kolom,
neraca sehingga jumlah kedua sisi dari kolom rugi laba dan kolom neraca akan
seimbang.
PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN
Dalam perhitungan laba rugi perusahaan ditahan dan neraca disusun
berdasarkan perkiraan dan data yang tertera dalam lajur laporan pada neraca
lajur. Laporan keuangan ini dapat beraneka ragam dalam hal format, terminologi
yang digunakan dan luasnya rincian yang disajikan. Bentuk yang paling sering
digunakan akan diuraikan sebagai berikut :
Perhitungan rugi laba
Ada dua bentuk perhitungan rugi laba yang dipakai secara luas yaitu:
- Bentuk bertahap (Multiple step)
- Bentuk Langsung (Single step)4
ad 1. Bentuk Bertahap (Multiple Step Form)
Perhitungan ini disebut perhitungan bentuk bertahap karena terdiri dari
banyak bagian, sub bagian dan sub saldo. Dalam kenyataan sehari-hari banyak
ditemui variasi rincian yang disajikan dalam perhitungan rugi laba tersebut.
Misalnya ada laporan terpisah mengenai penjualan kotor (gross sales) dan retur,
potongan penjualan, potongan tunai, dan yang lain langsung mulai dri penjualan
bersih tunai (sales netto). Data yang mendukung untuk menghitung harga pokok
barang yang dijual sering dihilangkan. Bagian-bagian perhitungan rugi laba
bentuk bertahap untuk perusahaan seringkali hanya disinggung secara sepintas
tau sebagai berikut:
a. Pendapatan dari penjualan (Revenue From Sales)
Yaitu keseluruhan jumlah tagiah kepada pelanggan atas barang yang
dijual, baik secara tunai maupun secara kredit akan dilaporkan dalam bagian ini.
Return dan potongan penjualan dikurangkan dari penjualan kotor untuk
mendapatkan jumlah penjualan secara bersih.
b. Harga Pokok Penjualan (Cost of Merchandising Sold)
Yaitu bagaimana cara menetapkan angka yang penting ini, telah
dijelaskan dalam gambar. Istilah lain yang sering dipakai adalah harga pokok
penjualan (Cost of Sales)
c. Laba Kotor (Gross Profit)
Yaitu perbedaan pendapatan bersih dengan harga pokok penjualan disebut
dengan laba kotor (gross profit), laba kotor atas penjualan (gross profit on sales,
atau margin kotor (gross margin). Laba tersebut disebut kotor karena beban
operasi masih harus dikurangi dengan jumlah tersebut.
d. Beban Operasi
Yaitu biaya-biaya, atau beban operasi yang dapat dikelompokkan dalam
beberapa kelompok dan sub kelompok. Pada pemsahaan pengecer seperti dalam
halnya contoh yang telah diberikan uimumnya orang cukup dengan membagi
beban operasi menjadi duakelompok yaitu beban penjualan dan beban umum.
e. Biaya Penjualan
Dalam kegiatan perusahaan beban yang mungkin timbul adalah baik yang
secara langsung maupun yang tidak secara langsung yang seluruhnya
berhubungan dengan penjualan barang dagangan dapat digolongkan kedalam
beban penjualan (Selling Ekspenses). Beban ini antara lain seperti beban gaji
karyawan penjualan, pelengkapan gudang yang digunakan, penyusutan peralatan
gedung, dan beban iklan.
4 Niswonger-Fess-Warren, Prinsip-Prinsip Akuntansi, Erlangga, Jakarta, 1992, Hal.320
Dalam hal ini beban yang mungkin timbul dalarn operasi umumnya
digolongkan sebagai beban umum atau beban operasi (General Ekspanses or
Administrative Expenses). Beban yang termasuk didalam beban ini adalah beban
gaji pegawai kantor, penyusutan peralatan kantor, asuransi dan pajak yang
biasanya dilaporkan sebagai beban umum. Apabila dalam operasinya terdapat
beban yang jumlahnya kecil dan tidak dapat diidentifikasi kedalam perkiraan
utama maka perkiraan ini dikumpulkan kedalam perkiraan beban penjualan ruparupa
dan beban umum rupa-rupa.
f. Laba dari Operasi (Income from Operation)
Yang dimaksud dengan laba dan oeprasi adalah selisih antara laba kotor
dengan total beban operasi. Jumlah operasi dan hubungannya dengan investasi
modal serta selisih merupakan faktor penting untuk menilai efisiensi manajemen
serta menilai tingkat profitabiklitas perusahaan. Apabila beban operasi
perusahaan lebih besar dari laba kotor maka selisih itu disebut kerugian dari
perasi (Soss from Operation).
g. Pendapatan lain-lain (Other Income)
Pendapatan yang bersumber dari luar kegiatan utama perusahaan dapat
digolongkan sebagai pendapatan lain-lain atau pendapatan diluar operasi (Other
Income or Non operating Income). Dalam perusahaan dagang golongan
pendapatan ini antara lain adalah bunga, sewa, deviden, dan laba dari aktiva
tetap.
h. Beban lain-lain (Other Expenses)
Yang dimaksud dengan other expenses adalah beban yang tidak dapat
dikaitkan dengan opeasi perusahaan akan disebut beban lain-lain atau beban
diluar operasi (Other expenses or Non operating expenses). Contoh dari beban ini
adalah beban bunga untuk pembiayaan kegiatan perusahaan atas kerugian
penjualan kativa tetap.
Dalam kedua golongan pos non operasi ini perhitungan laba rugi saling
mengurangi bila jumlah pendapatan lain-lain melebihi jumlah pendapatan kotor
maka selisihnya akan mengurangi laba operasi.
i. Laba bersih (Net Income)
Yang dimaksud dengan net income atau laba bersih adalah angak terakhir
dalam hitungan rugi laba. Laba bersih merupakan penambahan bersih pada
modal operasi yang bersasal dari kegiatan mencari laba.
ad 2. Bentuk Langsung (Single Step Form)
Disebut sebagai perhitungan rugi laba dalam bentuk langsung adalah
karena semua beban dikurangi dengan total semua pendapatan. Contohnya
dalam sebuah ilustrasi terlihat bahwa datanya sengaja dipadatkan agar perhatian
tertuju kepada ciri umumnya.
Keunggulan langsung dari bentuk langsung adalah kesederhanaan dan
penekanannya pada total pendapatan dan total beban langsung sebagai faktorfaktor
penentu laba bersih. Sedangkan kelemahannya adalah beban hubunganhubungan
seperti laba kotor terhadap penjualan dan laba operasi terhadap
penjualan tidak bisa cepat dihitung sebagaimana dalam bentuk bertahap. Dari hal
tersebut bahwa pemakaian bentuk langsung atau single step lebih sederhana
untuk digunakan tetapi tidak bisa cepat dihitung secara langsung.
Neraca
Neraca merupakan susunan neraca dimana dalam aktiva dicantumkan
pada sebelah kir sedangkan kewajiban dan modal pada sebelah kanan, disebut
bentuk perkiraan (account form). Apabila keseluruhan laporan itu dibatasi dalam
bentuk satu halaman ketiga bagian neraca saja, biasanya disajikan secara
berturut-turut dari bagian atas total aktiva sama dengan total gabungan kedua
bagian berikutnya bentuk mini disebut dengan bentuk perkiraan (Report Form)
yang digambarkan dalam neraca sebelumnya.
Laporan Laba Ditahan
Laporan laba ditahan merupakan ikhtisar perubahan perkiraan laba
ditahan yang terjadi selama periode fiskal. Laporan ini berfungsi sebagai
penghubung antara perhitungan laba rogi dan neraca. Sering juga dinanalisa laba
ditahan ditambahkan dibagian perhitungan laba rugi dalam rangka menyusun
gabungan perhitungan rogi laba dan ditahan (Combined income and retained
earnings statement). Perhitungan rugi laba dari laporan gabungan tersebut dapat
disusun dengan baik dengan bentuk bertahap maupun dengan bentuk langsung.
Bentuk laporan gabungan tersebut menekankan arti laba bersih sebagai antara
penghubung antara perhitungan rugi laba dan laba ditahan, yang menggunakan
modal, dengan memperjelas pengertian bagai pembaca laporan, Kritik yang
diutarakan pada laporan penggabungan ini ialah bahwa laba bersih tidak tertera
secara mencolok dalam laporan tersebut. Walaupun demikian kita dapat
mengetahui besarnya laba bersih dari perhitungan sebelumnya yang telah dibuat
apabila memang diperlukan oleh pihak-pihak yang berkepentingan dengan
laproran tesebut.
Penyusunan Laporan-Laporan Keuangan dari Neraca Lajur
Tujuan pembuatan neraca adalah untuk mempermudah penyusunan
laporan keuangan. Dengan diselesaikannya neraca lajur maka penyusunan
laporan keuangan akan menjadi sangat mudah karena semua informasi yang
diperlukan untuk menyusun neraca dan laporan rugi laba telah tersedia. Dalam
gambar dihalaan berikut disajikan contoh penyusunan laporan keuangan dalam
neraca lajur.
Laporan rugi laba disusun dengan mengambil data data yang tercantum
dalam kolom-kolom rugi laba sedangkan neraca disusun dengan mengambil datadata
yang tercantum dalam kolom neraca lajur. Laporan rugi laba dan neraca
yang disusun atas dasar neraca lajur dapat dilihat dalam contoh sebagai berikut.
Gambar dibawah ini menunjukkan laporan rugi laba perusahaan photo gembira
pada tahun 1997 sebagai berikut :
DAFTAR PUSTAKA
Drs. AL. Hryhono Yusup, Ak., Dasar-Dasar Akuntansi, Jilid Satu, Edisi Pertama,
Penerbit YKPN, Yogyakarta, 1981
Drs. S Sinuraya, Pengantar Ilmu Akuntansi I, Penerbit Pieter, Medan, 1991
Niswonger -Wess -Warren, Prinsip-Prinsip Akuntansi, Jilid Satu, Erlangga,
Jakarta, 1984
Soemitro, Ak,. Dasar-Dasar Akuntansi, Edisi Ketigabelas, Penerbit Tarsito,
Bandung, 1982
Prof. S. Hadibroto, Dachnial Lubis, Sudrajat Sukadam, Dasar-Dasar Akuntansi,
Penerbit LP3ES, Jakarta, 1991

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar